
Gunung-Gunung Favorit Wisatawan Mancanegara di Indonesia – Indonesia, negeri dengan ribuan pulau dan garis pantai yang memukau, juga menyimpan pesona luar biasa di punggung-punggung gunungnya. Dikenal sebagai bagian dari Cincin Api Pasifik, Indonesia memiliki lebih dari 130 gunung berapi aktif dan puluhan gunung nonaktif yang menawarkan panorama alam menakjubkan. Tak heran, wisatawan mancanegara menjadikan pendakian gunung sebagai salah satu pengalaman paling berkesan saat berkunjung ke tanah air.
Dari sunrise di puncak gunung yang legendaris hingga danau kawah berwarna biru kehijauan, berikut deretan gunung-gunung favorit wisatawan mancanegara di Indonesia yang wajib kamu ketahui.
1. Gunung Bromo – Jawa Timur
Tak ada yang lebih ikonik dari Gunung Bromo saat membicarakan wisata gunung di Indonesia. Terletak di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, gunung ini menjadi magnet bagi ribuan wisatawan asing setiap tahun.
Daya tarik utama Bromo adalah panorama matahari terbitnya yang menakjubkan dari Penanjakan. Saat kabut tipis menyelimuti lautan pasir dan matahari muncul di balik Gunung Semeru, suasananya seperti berada di dunia lain.
Selain itu, wisatawan juga bisa menjelajahi lautan pasir (Segara Wedi), mengunjungi Pura Luhur Poten, dan mendaki ke kawah aktif Bromo yang terus menghembuskan asap belerang. Akses yang mudah dari Malang atau Probolinggo menjadikan Bromo destinasi yang sangat ramah bagi pendaki pemula maupun fotografer profesional.
2. Gunung Rinjani – Lombok, Nusa Tenggara Barat
Di Pulau Lombok berdiri megah Gunung Rinjani, gunung berapi setinggi 3.726 meter yang menjadi gunung tertinggi kedua di Indonesia. Pendakian ke Rinjani bukan hanya soal menaklukkan ketinggian, tapi juga menikmati keindahan alam luar biasa di setiap langkahnya.
Wisatawan mancanegara sangat menyukai Danau Segara Anak, danau kawah di ketinggian 2.000 meter yang berwarna biru cerah dan dikelilingi dinding kaldera dramatis. Di tepi danau ini juga terdapat Gunung Barujari, anak gunung kecil yang masih aktif.
Selain pemandangan spektakuler, pengalaman berkemah di atas awan dan menikmati sunrise di puncak Rinjani menjadi daya tarik utama. Jalur pendakian yang paling populer bagi wisatawan asing adalah dari Senaru dan Sembalun, yang menawarkan kombinasi panorama hutan tropis dan padang sabana.
3. Gunung Ijen – Banyuwangi, Jawa Timur
Gunung ini dikenal dunia karena fenomena api biru (blue fire) yang sangat langka, hanya ada dua di dunia: di Islandia dan di Gunung Ijen. Tak heran, wisatawan mancanegara rela mendaki dini hari demi menyaksikan pijar biru alami dari gas belerang yang menyala di kegelapan malam.
Selain fenomena unik itu, wisatawan juga terpukau oleh Danau Kawah Ijen, danau asam terbesar di dunia dengan warna turquoise yang memesona. Di siang hari, cahaya matahari yang memantul di permukaan danau menciptakan pemandangan dramatis.
Gunung Ijen juga menjadi tempat menarik untuk melihat aktivitas para penambang belerang tradisional, yang masih menggunakan cara manual untuk mengangkut batuan belerang dari dasar kawah—sebuah pemandangan yang menggugah kekaguman dan empati.
4. Gunung Semeru – Jawa Timur
Bagi banyak pendaki, Gunung Semeru adalah puncak impian. Dengan ketinggian 3.676 meter, gunung ini adalah yang tertinggi di Pulau Jawa dan kerap disebut sebagai “atap Pulau Jawa”.
Wisatawan asing sering kali datang karena terinspirasi oleh film 5 cm, yang menampilkan keindahan jalur pendakian menuju puncak Mahameru. Di sepanjang jalur, pendaki akan melewati padang sabana luas Ranu Kumbolo yang terkenal karena pemandangan danau tenangnya di tengah kabut pagi.
Selain keindahan alam, Gunung Semeru juga memiliki aura spiritual yang kuat. Banyak wisatawan menyebut pendakian ini sebagai pengalaman transformasi diri—perjalanan fisik sekaligus batin yang meninggalkan kesan mendalam.
5. Gunung Batur – Bali
Selain pantai dan budaya, Pulau Bali juga memiliki pesona pegunungan yang luar biasa, salah satunya Gunung Batur di Kabupaten Bangli. Meski hanya setinggi 1.717 meter, gunung ini menjadi favorit wisatawan asing karena pendakiannya yang relatif mudah dan pemandangan sunrise yang luar biasa.
Banyak turis mengikuti paket “Sunrise Trekking”—berangkat mendaki sekitar pukul 3 pagi dan tiba di puncak saat matahari terbit. Dari atas, pengunjung bisa melihat Danau Batur yang berkilau di kaki gunung, dikelilingi kabut tipis yang menambah kesan magis.
Setelah turun, wisatawan bisa bersantai di pemandian air panas alami Toya Bungkah yang menghadap langsung ke danau—menjadi kombinasi sempurna antara petualangan dan relaksasi.
6. Gunung Kelimutu – Flores, Nusa Tenggara Timur
Salah satu gunung paling unik di Indonesia adalah Gunung Kelimutu, yang terkenal dengan tiga danau kawah berwarna berbeda. Masing-masing danau bisa berubah warna seiring waktu akibat reaksi mineral alami.
Ketiga danau itu dikenal sebagai:
-
Tiwu Ata Mbupu (Danau Orang Tua) – biasanya berwarna biru tua.
-
Tiwu Nuwa Muri Koo Fai (Danau Muda-Mudi) – berwarna hijau kebiruan.
-
Tiwu Ata Polo (Danau Orang Jahat) – sering berwarna merah atau cokelat.
Keunikan fenomena alam ini menarik banyak wisatawan asing, terutama fotografer dan pecinta geologi. Gunung Kelimutu terletak di Ende, Flores, dan sering dikunjungi bersamaan dengan perjalanan ke Labuan Bajo dan Pulau Komodo.
7. Gunung Papandayan – Garut, Jawa Barat
Bagi wisatawan yang mencari kombinasi antara keindahan alam dan kemudahan akses, Gunung Papandayan adalah pilihan ideal. Gunung ini hanya memiliki ketinggian 2.665 meter dan bisa didaki dalam waktu singkat, menjadikannya cocok untuk wisatawan asing yang ingin pengalaman mendaki tanpa peralatan ekstrem.
Papandayan menawarkan pemandangan kawah aktif, padang bunga edelweis di Tegal Alun, dan kawah belerang berasap yang mudah diakses. Banyak fotografer asing datang ke sini untuk mengabadikan lanskap kawah dan hamparan kabut pagi yang dramatis.
8. Gunung Kerinci – Jambi, Sumatra Barat
Sebagai gunung tertinggi di Sumatra (3.805 meter), Gunung Kerinci menjadi incaran para pendaki profesional dan wisatawan asing yang mencari tantangan sejati. Gunung ini juga merupakan bagian dari Taman Nasional Kerinci Seblat, habitat harimau Sumatra dan berbagai flora-fauna langka.
Pendakian menuju puncak memerlukan waktu sekitar 2–3 hari, tetapi pemandangan dari atas benar-benar luar biasa: laut awan, hutan tropis yang hijau, dan jika beruntung, kamu bisa melihat Pulau Mentawai di kejauhan.
Selain petualangan, wisatawan juga tertarik dengan kearifan lokal masyarakat Kerinci, seperti budaya kopi dan kehidupan tradisional di kaki gunung.
9. Gunung Lawu – Perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur
Gunung Lawu memiliki daya tarik spiritual yang kuat, menjadikannya favorit wisatawan asing yang tertarik pada wisata budaya dan meditasi. Gunung ini dikenal sebagai tempat sakral dengan banyak situs peninggalan Hindu-Jawa, seperti Candi Cetho dan Candi Sukuh.
Selain aura mistisnya, jalur pendakian Lawu juga menawarkan pemandangan hutan pinus, padang rumput, hingga warung legendaris di puncak bernama Warung Mbok Yem, yang disebut-sebut sebagai warung tertinggi di Pulau Jawa.
Kesimpulan
Dari Bromo yang legendaris hingga Rinjani yang megah, dari api biru Ijen hingga danau warna-warni Kelimutu, gunung-gunung di Indonesia menawarkan pengalaman alam yang tak tertandingi di dunia. Setiap gunung memiliki karakter unik—baik dari sisi keindahan, budaya, maupun tantangannya.
Bagi wisatawan mancanegara, mendaki gunung di Indonesia bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan petualangan spiritual dan pengalaman budaya yang mendalam. Keanekaragaman lanskap, keramahan masyarakat lokal, serta kekayaan tradisi menjadikan Indonesia sebagai surga sejati bagi para pencinta alam dan petualang dunia.